Sejarah GKIm Jemaat Amanat Kristus

Sejarah GKIm Ka Im Tong Bajem Bina Bakti dimulai tahun 1989 dengan diutusnya empat orang, yakni: Bapak Petrus Yuwono (alm), Bapak Yohanes S. Soyuti, Bapak Yohanes Sukiman dan Ibu Yo Swe Mei, bersama-sama dengan Pdt. Festus I. Gunawan dan Ibu Suryaningsih Gunawan untuk memulai kebaktian di Sekolah Kristen Bina Bakti.

Diawali dengan KKR yang mengundang siswa-siswi Sekolah Kristen Bina Bakti 1 dan 2 sekitar 500 orang, maka terkumpul 45-50 orang yang akhirnya berbakti di Aula Sekolah Kristen Bina Bakti. Jemaat yang berjumlah 45-50 orang inilah sebagai cikal bakal dimulainya Jemaat Bina Bakti.  Sejak itu pulalah dibentuk kepengurusan yang pertama, yaitu Ibu Hanny Setiawan sebagai ketua dan Pdt. Festus I. Gunawan sebagai Gembala Sidang. Semua pengurus dan Hamba Tuhan yang ada saat itu begitu bersemangat untuk menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang khususnya siswa-siswi SMUK Bina Bakti. Apa yang mereka lakukan tidaklah sia-sia, saat itu gereja bertumbuh dengan pesat.

Untuk memantapkan pembinaan terhadap anggota Jemaat, dibentuklah persekutuan yang pertama, yaitu persekutuan Muda-Mudi “Jesus People” pada bulan Maret 1991, dan persekutuan Remaja pada bulan Maret 1993.  Setahun kemudian, yaitu tahun 1994, Pdt. Festus I. Gunawan mengakhiri masa pelayananya di Bina Bakti. Beliau digantikan oleh Ev. Johan Candawasa selama 1 tahun, dan setelah itu digantikan lagi oleh Ev. Albert Rumbo (sekarang pendeta).

Pada tanggal 20 Agustus 1995 dibentuklah Komisi Sekolah Minggu oleh Ev. Anny Rumbo, namun oleh karena kesibukan pelayanan di Komisi Misi GKIm Ka Im Tong Bandung, maka beliau melepaskan pelayanannya di Bina Bakti pada tahun 1996.  Pada tahun 1996 Tuhan mengutus Ev. Yohannis Trisfant.

Gereja memang adalah milik Tuhan, karena ditebus dan dibeli oleh darah Kristus yang mahal, oleh sebab itulah GKIm Ka Im Tong Bajem Bina Bakti ini dipelihara oleh Tuhan. Walaupun pertumbuhannya tidak terlalu pesat, namun tetap menghasilkan buah-buah rohani. Setiap tahun ada jiwa-jiwa baru yang diselamatkan dan dibaptiskan. Hati anggota Jemaat dan aktivisnya sangat mencintai Tuhan. Walaupun ada banyak kesulitan dalam pelayanan mereka tetap tekun dan setia melayani dan berjemaat di Bina Bakti.

Selain itu, di Pastori Taman Mutiara juga telah dibentuk Sabtu Ceria dan ada sekitar 50 orang anak-anak mengikutinya.  Pada tahun 1998 status Cabang ditingkatkan menjadi Bakal Jemaat (Bajem).  Tidak pernah berhenti berbuah, merupakan tema HUT ke 15 GKIm Bajem Bina Bakti. Jikalau pada masa-masa yang lalu sudah berbuah walaupun tidak terlalu memuaskan, maka pada masa-masa yang akan datang harus lebih banyak lagi berbuah dan jangan pernah berhenti berbuah. Memang diakui masih sangat banyak kekurangan dalam Jemaat Bajem Bina Bakti, namun Gembala Agung Tuhan Yesus Kristus, pasti akan memelihara Jemaat-Nya ini.

About the author: SinodeGKIm