Sejarah GKIm Jemaat Gloria

Sejarah GKIm Jemaat Gloria Bandung diawali oleh Ev. Grace Liem (sekarang Pdt. Em.) dan beberapa saudara lainnya yang memelopori terbentuknya GKIm Cabang Mohammad Toha. Kebaktian Umum pertama diadakan di sebuah rumah kontrakan di Jl. Mohammad Toha pada tanggal 17 Januari 1982 yang diikuti sekitar 10 orang. Satu bulan kemudian mencapai ± 30 orang dengan kebaktian anak sekitar 25 orang.
Sekitar tiga bulan kemudian, tempat di Jl. Mohammad Toha habis masa kontraknya, sehingga pada tanggal 26 September 1982 seluruh kegiatan dipindahkan ke Jl. Kopo No. 244, dan namanya diubah menjadi GKIm Cabang Kopo. Pada tahun 1983 dengan terbentuknya Sinode GKIm, maka pada tanggal 24 April 1983 GKIm Cabang Kopo didewasakan menjadi GKIm Jemaat Gloria.
Sebagai Jemaat dewasa yang otonom, baik dalam keuangan maupun organisasinya, maka pada waktu itu diadakan penahbisan tujuh orang anggota majelis untuk mengelola gereja. Satu tahun kemudian, pada HUT yang pertama diteguhkan kepengurusan dari lima komisi yaitu Komisi Anak, Komisi Remaja, Komisi Pemuda, Komisi Wanita, dan Komisi Musik.
Seiring dengan pertumbuhan gereja dan semakin terasa sempitnya ruangan gereja baik untuk kebaktian, persekutuan maupun kegiatan-kegiatan yang lain, bahkan Sekolah Minggu pun meminjam tempat di rumah Bapak Liong Keng Sin, maka mulai dipikirkan dan didoakan untuk mempunyai tempat ibadah yang tetap dan fasilitas ruangan yang lainnya.
Rencana Tuhan lain dengan rencana manusia, walaupun direncanakan untuk membeli tempat di sekitar Jl. Kopo, namun Tuhan mempunyai rencana lain dengan menyediakan sebidang tanah kosong di Jl. Mohammad Toha No. 69A dengan luas + 1.000 m². Setelah menunggu izin yang cukup lama, akhirnya pada tahun 1989 diadakan peletakan batu pertama.
Ditengah kesibukan mempersiapkan pembangunan gedung gereja, pelayanan dan kegiatan Jemaat juga membutuhkan perhatian dan harus tetap berjalan. Untuk kelancaran pelayanan, maka pada tanggal 5 Desember 1986 diadakan penahbisan terhadap Ev. Johnny Silas sebagai pendeta.
Dengan semakin sempitnya tempat di Jl. Kopo maka setelah pembangunan tahap I selesai dilakukan, kebaktian dipindahkan ke gedung yang baru sambil melanjutkan pembangunan tahap II. Setelah pembangunan selesai maka pada tanggal 19 Desember 1991, pemakaian gedung gereja diresmikan.
Memasuki tahun 2000, mulai dipikirkan mempunyai pastori untuk Hamba Tuhan dan penambahan ruangan-ruangan kelas Sekolah Minggu. Akhirnya pada tahun 2002 didapatkan sebidang tanah di belakang gereja seluas 715 m². Pelayanan kepada anggota Jemaat juga diusahakan untuk terus diperbaiki, demikian juga dengan pembinaan-pembinaan yang dapat menumbuhkan iman kerohanian anggota jemaat sehingga dapat semakin dewasa.
Dalam persekutuan rekan kerja pada bulan September 2004, dibukakan apa yang menjadi kekurangan gereja dan bagaimana sebuah gereja seharusnya bertumbuh. Maka pada akhir tahun 2004 dibentuk tim kerja untuk merumuskan program kerja dan perubahan-perubahan pun dibuat untuk mendukung perbaikan pelayanan. Demikian juga dengan pembinaan-pembinaan yang lebih diintensifkan, agar iman anggota Jemaat boleh bertumbuh semakin dewasa. GKIm Jemaat Gloria terus menempa diri untuk semakin dewasa. Banyak hal yang perlu dipelajari dan dibenahi, tetapi memang tidak selalu semuanya dapat berjalan dengan lancar. Biarlah Tuhan yang akan menumbuhkan dan mendewasakannya.
Sebuah tambahan catatan sejarah yang menjadi ucapan syukur adalah dirintisnya Pos PI di Yogyakarta dengan ibadah perdana yang diadakan tanggal 6 September 2009, hingga ditingkatkan statusnya sebagai Bakal Jemaat tanggal 7 September 2015 dengan kehadiran sekitar 50 orang. Kiranya Tuhan sendiri sang Kepala Gereja yang menambahkan jiwa-jiwa baru untuk bersekutu bersama. Segala kemuliaan hanya bagi Allah.

About the author: SinodeGKIm