Kristus dalam Natal

Kristus dalam Natal

Natal — lampu-lampu terang, pohon yang berkilauan, jeritan kegembiraan anak-anak, bunyi genta lonceng gereja di tengah udara yang membeku, dan desakan dari para pembeli kenang-kenangan Natal. Oh ya, hampir terlupakan, dalam sebuah palungan kayu yang tergores dan reyot di halaman depan gereja, ada sebuah boneka bayi, yang jari plastiknya terangkat mengisyaratkan permohonan yang sungguh-sungguh, sendirian pada malam hari.

Natal telah melupakan Kristus. Bagi banyak orang, merayakan kelahiran Yesus tidak ada hubungannya dengan Natal. Bahkan, banyak orang Kristen yang tidak tahu bagaimana “menempatkan Kristus kembali ke dalam Natal.” Saya percaya kita dapat menghadapi komersialisme dan paganisme (penyembahan berhala) dengan Kabar Baik – “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16) Di bawah ini, saya memakai akronim C-H-R-I-S-T-M-A-S untuk menjelaskan bagaimana kita dapat menghormati Yesus Kristus dalam Natal.

C, huruf pertama dalam Christmas (Natal), singkatan dari nama satu-satunya Pribadi yang memberikan satu hari yang memiliki makna kekal: Kristus, Tuhan kita. Sangatlah mudah mengesampingkan Kristus pada hari Natal, tetapi kita harus merayakan kelahiran Yesus, yang nama-Nya berarti “Tuhan adalah keselamatan”, dan yang gelar-Nya, “Kristus,” menunjukkan peran-Nya sebagai Penebus umat manusia. Jika Yesus bukan Kristus dalam hidup Anda, merayakan kelahiran seorang Anak tukang kayu Yahudi yang tidak terkenal tidak ada artinya bagi Anda.

H, singkatan pada History (sejarah). Kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus bukanlah sebuah mitos atau khayalan, tetapi realita sejarah. Bahwa Allah menjadi manusia dalam Yesus Kristus adalah nyata, suatu peristiwa sejarah yang dapat diuji. Natal mengingatkan kita bahwa Kristus bukan sekadar perasaan hangat di hati kita, atau terapis khayalan yang memampukan kita menghadapi trauma kehidupan.

Kita tidak tahu kapan tepatnya tanggal kelahiran Yesus. Namun, kita sangat tahu bahwa tanggal 25 Desember telah dianjurkan pada awal tahun 220 Masehi. Gereja mungkin telah memilih tanggal 25 Desember untuk merayakan kemenangan kekristenan atas paganisme, karena hari itu jatuh pada hari setelah hari raya penduduk Roma untuk Saturnalia, salah satu dewa pagan yang terkenal, pada liburan musim dingin dalam penanggalan matahari (17-24 Desember).

R singkatan dari Rejoice (sukacita), tanggapan yang tepat sebagai pengakuan atas apa yang telah Kristus lakukan. Lagu-lagu himne Natal favorit menunjukkan bahwa sukacita selalu menjadi bagian yang menyatu dalam Natal. Kita harus bersukacita karena Kristus telah datang, bukan karena hadiah yang indah atau hari libur seminggu! Kita harus bersukacita seperti pemazmur yang berkata, “Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia.” (Mazmur 66:6)

I singkatan dari Incarnation (penjelmaan), menggambarkan peristiwa mulia ketika Allah menjadi manusia. Kristus bukan hanya Allah yang kekal (Yohanes 1:1), tetapi pada suatu masa dalam sejarah, Ia menjadi sama seperti manusia (Yohanes 1:14). Injil Matius berkata, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel — yang berarti: Allah menyertai kita.” (Matius 1:23)

S, singkatan dari St. Nicholas, Uskup Myra pada abad ke-4, seorang pengikut Kristus yang kisahnya — dibumbui dengan cerita bertahun-tahun — menunjukkan kesetiaan dan kebaikan Kristen. Natal seharusnya mengingatkan kita akan kesetiaan Allah, yang tanpa itu kita tidak memiliki pengharapan akan penebusan melalui anugerah-Nya yang terbesar, yaitu Anak-Nya (Yohanes 3:16). Sedikit pengetahuan bersejarah tentang St Nicholas telah tersedia, yang biasa disebut dalam padanan kata bahasa Jerman/Inggris, Santa Claus. Akan tetapi, ia dikenal karena kebaikannya kepada anak-anak yang membutuhkan, dan karena komitmennya terhadap Kristus melalui penganiayaan dan kematian sebagai martir. Banyak tradisi yang dihubungkan dengan Santa Claus, terutama karena ia dikenal banyak orang atau bisa berada di mana saja. Akan tetapi, tema kesetiaan dan sedekah adalah alkitabiah dan menghormati Yesus Kristus.

T singkatan dari Tradition (tradisi), cerita-cerita dan kebiasaaan-kebiasaan yang dihubungan dengan Natal. Tradisi-tradisi Natal ada 3 jenis:

  1. Tradisi-tradisi yang secara tegas bersifat non-Kristen, tidak tepat bagi orang-orang Kristen.
  2. Tradisi-tradisi yang awalnya dilakukan orang-orang kafir, tetapi diubah untuk menegaskan Injil.
  3. Tradisi-tradisi yang berkembang dalam gereja.

Satu tradisi tidak tepat dari festival tengah musim dingin pada masa awal paganisme adalah bermabuk-mabukan dan perbuatan tidak bermoral. Pesta Natal yang bersifat memabukkan mungkin merefleksikan Saturnalia kuno Roma, tetapi tidak terkait sama sekali dengan perayaan kelahiran Kristus.

Beberapa orang Kristen berpikir bahwa pohon Natal adalah tradisi paganisme yang dilarang dalam Yeremia 10:2-4. Namun, perikop dalam Yeremia tersebut bukanlah tentang pohon yang difungsikan untuk satu hari dalam setahun (Natal), tetapi mengacu kepada pohon yang bersifat permanen, berhala sepanjang tahun yang diukir dari kayu dan disalut dengan emas dan perak. Pohon Natal sesungguhnya melambangkan bahwa Yesus membawa kehidupan kekal bagi kita (pohon yang selalu hijau di sepanjang musim) dan bahwa Yesus itu Terang bagi dunia (melalui lampu-lampu dan lilin-lilin).

Demikian juga, cabang holly dengan buah beri merah dan daun-daun hijau menggambarkan darah Kristus yang tercurah di kayu salib dan kehidupan kekal. Bahkan, tongkat permen/tongkat gembala menggambarkan Yesus sebagai Gembala kita. Meskipun tradisi bukanlah pengganti untuk iman pribadi yang dinamis, tradisi ini untuk meningkatkan apresiasi kita terhadap kelahiran Kristus.

M singkatan dari Magi (orang majus) atau orang-orang bijaksana, yang dituntun oleh Allah untuk menemukan dan menyembah Kristus. Kita seharusnya tidak lupa bahwa tidak seorang pun cukup kaya, berkuasa, atau jauh sehingga ia tidak berlutut di hadapan Yesus Kristus, Raja segala Raja, dan Tuhan di atas segala Tuan (1 Timotius 6:15).

A singkatan dari Adven, kata yang mengacu pada kedatangan Kristus. Kristus pertama kali datang di Betlehem, sebagai Bayi yang bertumbuh menjadi manusia, mati demi dosa-dosa kita, dan bangkit kembali pada hari ketiga. Orang-orang Kristen sangat menantikan kedatangan-Nya yang kedua — “pengharapan yang penuh bahagia” (Titus 2:13). Banyak gereja mengadakan ibadah adven selama empat minggu sebelum Natal, untuk mendorong orang-orang Kristen dalam menantikan perayaan kelahiran Kristus dan juga kedatangan-Nya yang kedua.

S singkatan dari Salvation (keselamatan), yang memungkinkan melalui kedatangan Kristus. Cerita Injil teramat sederhana sehingga kita sering melupakannya, tetapi begitu mendalam sehingga dapat memengaruhi setiap individu. Kita semua orang-orang berdosa, yang terpisah dari Allah, yang benar-benar tidak memiliki cara apa pun untuk menjamah Allah kecuali Ia turun dan menjangkau kita melalui Anak-Nya. Dengan kedatangan Natal, datang pula pengakuan bahwa karena Ia datang, mati, dan karena Ia telah mati dan hidup kembali, kita juga memperoleh hidup (Roma 6:8, Roma 8:11).

Natal pada dasarnya bukanlah perayaan kehidupan manusia, walaupun kehidupan setiap manusia berharga. Pada dasarnya bukan perayaan kedamaian dan cinta, walaupun kedamaian dan cinta itu mulia. Pusat dan lingkaran Natal seharusnya merupakan perayaan kelahiran Tuhan kita, “Aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Lukas 2:10-11) (t/N. Risanti)

link

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Equip.org
Alamat URL : http://www.equip.org/articles/christ-in-christmas/
Judul asli artikel : Christ in Christmas
Penulis : Hank Hanegraaff
Tanggal akses : 22 Oktober 2013