Sejarah GKIm Jemaat Hosanna Cabang Ciumbeluit

Sebagai wujud nyata dari pelaksaan Amanat Agung Tuhan Yesus, Sang Kepala Gereja, untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya, sudah sepantasnyalah GKIm Hosanna Bandung melakukan misi penjangkauan, penginjilan, pemuridan dan penggembalaan yang konkret.

Karena itu, sebagai salah-satu wujud nyata dari pelaksanaan amanat tersebut, di awal tahun 2005 Bidang Misi GKIm Hosanna Bandung merencanakan untuk membuka cabang-cabang pelayanan di lokasi-lokasi (baik dalam atau luar kota/ pulau) yang dalam radius 1-2 km belum ada atau belum banyak Gereja Injili yang menganut ajaran Reformed. Sebagai langkah pertama, direncanakan untuk membuka cabang pelayanan di daerah Ciumbuleuit (Bandung Utara), karena sejauh pengamatan, di daerah tersebut dan sekelilingnya belum ada Gereja Injili yang menganut ajaran Reformed.

Setelah melalui beberapa rapat baik di tingkat kepenatuaan maupun pleno, akhirnya Majelis GKIm Hosanna Bandung memutuskan untuk membuka cabang pelayanan di gedung Apartemen Galeria Ciumbuleuit, dengan tiga tujuan utama, yaitu:

1.            Memberitakan Injil kepada mereka yang belum percaya kepada Tuhan Yesus di sekitar Ciumbuleuit

2.            Membina dan menggembalakan orang-orang percaya yang belum menjadi anggota tetap dari suatu Gereja atau yang sedang merantau (terutama mahasiswa/i Universitas Parahyangan) dan bersedia untuk dibina dan digembalakan di GKIm Hosanna Bandung

3.            Mewarnai nilai-nilai kehidupan di sekitar Ciumbuleuit dengan menyuarakan pesan kenabian yang Alkitabiah, sesuai dengan isu-isu yang muncul dan berkembang di masyarakat.

Awalnya, perintisan pelayanan di tempat itu mengalami beberapa hambatan, mulai dari kesulitan merekrut rekan-rekan sekerja dari kalangan anggota Jemaat untuk menjadi anggota tim perintisan, menyamakan konsep pelayanan di antara para anggota tim perintisan, sampai isu kristenisasi yang sempat merebak di sekitar Ciumbuleuit sehingga membuat pihak pimpinan apartemen mempertimbangkan kembali diadakannya ibadah di sana. Namun, sebaliknya dari membatalkan rencana membuka cabang pelayanan di sana, semua hambatan itu justru menyatukan hati anggota Jemaat untuk berdoa dan bersandar hanya kepada Tuhan.

Selama bulan September sampai November 2004 apa yang dilakukan di sana hanyalah berdoa. Selama itulah anggota Jemaat merasakan bagaimana Tuhan memproses untuk dapat menerima kelebihan dan kekurangan di antara anggota Jemaat serta membuka jalan untuk memulai penginjilan dan menyelenggarakan ibadah. Sejak pertengahan Desember 2004, dimulailah kebaktian umum dan pelayanan Sekolah Minggu di gedung Apartemen Galeria Ciumbuleuit. Akhirnya, pada tanggal 19 Februari 2005 dilantiklah kepengurusan pertama GKIm Hosanna Cabang Ciumbuleuit.

Sampai saat ini jumlah kehadiran di kebaktian umum belum stabil, antara 60 sampai 80 orang (pernah mencapai lebih dari 100 orang pada beberapa kesempatan). Sedangkan jumlah kehadiran di Sekolah Minggu berkisar antara 18 sampai 25 orang. Jumlah kehadiran di persekutuan doa setiap Selasa pertama dan ketiga rata-rata 15 orang.

Persekutuan Pemuda diadakan setiap Sabtu kedua dan keempat, mulai tanggal 9 Februari 2008, serta Pembinaan Iman Kristen setiap Selasa kedua, mulai tanggal 12 Februari 2008. Jemaat sungguh rindu agar melalui seluruh kegiatan dan pelayanan yang ada, banyak jiwa diselamatkan dan bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Soli Deo Gloria!

About the author: SinodeGKIm