Sejarah GKIm Jemaat Ka Im Tong

Sejarah GKIm Jemaat Ka Im Tong Bandung berasal dari “Hoa Kiau Kauhuei” dengan anggota gereja + 100 orang. Jumlahnya sedikit tapi masalahnya cukup rumit, karena anggota jemaat terbagi menjadi golongan-golongan. Pada tahun 1958, saat pemilihan anggota majelis gereja, sebagian anggota gereja merasa dirugikan, oleh karena itu mereka memisahkan diri. Pada mulanya mereka meminjam tempat kebaktian di gedung Gereja Bala Keselamatan. Kebaktian diadakan pada sore hari dengan anggota + 80 orang. Saat itu Tuhan mengutus seorang misionaris dari Gereja Advent yang bernama Tom. Ia memperkenalkan tempat kebaktian di Gereja Santo Yahya yang dekat dengan Balai Kota, dengan waktu penyewaan selama dua tahun. Lokasinya tidak jauh dengan pusat kota dan tempat kebaktian dapat menampung 200 orang lebih, sehingga jumlah pengunjung kebaktian semakin lama semakin bertambah. Pada tanggal 13 April 1958 ditahbiskan Majelis Gereja yang pertama dan tanggal ini sekaligus ditetapkan sebagai hari lahirnya “Gereja Ka Im Tong” dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Leon Ho.
Allah yang kita sembah adalah Allah yang sungguh patut dimuliakan karena Ia sendiri yang menyediakan tempat yang sekarang ini untuk anak-anak-Nya. Sebelumnya di tempat ini berdiri gedung gereja orang-orang Ambon, namun karena banyak anggota yang pindah sehingga tinggal 5-6 orang anggota, maka mereka pun merelakan tempat ini yang memang sebelumnya sudah ditawar oleh berbagai pihak, baik gereja, tempat dagang, instansi, ataupun hotel, tetapi tidak satupun yang jadi, sehingga akhirnya melalui penawaran beberapa kali dari Gereja Ka Im Tong, baru akhirnya dicapai kesepakatan harga. Sungguh jika sesuatu memang kehendak Tuhan, maka tidak ada sesuatu yang mustahil.
Saat Jemaat merayakan ulangtahunnya yang pertama, tepatnya tanggal 13 April 1959, diadakan peletakan batu permata yang dilakukan oleh Pdt. Leon Ho. Para hadirin semuanya bergembira dan sambil meneteskan air mata memuji pimpinan dan penyertaan Tuhan. Melalui kerja keras selama 8 bulan akhirnya pembangunan dinyatakan selesai. Sungguh, “Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangun”.
Pada tanggal 18 Desember 1959 diadakan upacara penahbisan gedung gereja yang dipimpin oleh Pdt. Po Boen Giok dan Pdt. Tan Ho Siang dari GKI Jawa Barat. Hadir dalam upacara tersebut antara lain para penatua gereja, majelis gereja, rekan kerja, dan anggota-anggota gereja, serta diwakili dari Muspida dan wakil agama dan para undangan lainnya yang memeriahkan upacara waktu itu sehingga nama Tuhan dipermuliakan.
Setelah selesainya pembangunan gedung gereja, pada tahun itu juga Gereja Ka Im Tong masuk menjadi anggota GKI Jawa Barat. Tapi setelah tahun demi tahun berlalu, Gereja Ka Im Tong merasa tidak dapat melanjutkan lagi kegiatan sebagaimana biasanya dan dengan kesepakatan bersama Gereja Ka Im Tong mengundurkan diri dari GKI Jawa Barat, dan kemudian bersama beberapa Cabang Gereja yang didewasakan akhirnya membentuk satu sinode baru yang diberi nama Sinode Gereja Kristen Immanuel.
Kini, GKIm Jemaat Ka Im Tong Bandung sudah berusia 60 tahun, dari mula-mula tidak mempunyai apa-apa hingga sekarang semuanya sudah lengkap. Jikalau bukan pimpinan Tuhan dan anugerah-Nya tidak mungkin hal itu akan terjadi. Melalui tahun demi tahun yang dianugerahkan Tuhan, sekali lagi menyatakan keajaiban tangan perbuatan dan anugerah-Nya, mendorong anak-anak Tuhan untuk bersama-sama memuji kebesaran nama-Nya. Amin.

About the author: SinodeGKIm