Sejarah GKIm Jemaat Kanaan

”Tuhan adalah Gembalaku yang Baik” merupakan ungkapan yang mewakili perjalanan GKIm Kanaan Bandung. Dengan keyakinan inilah, maka pada bulan Mei 1991 Ev. Jo Lukas (sekarang Pendeta) dan Ev. Mariati Lianingsih bergabung dengan Komisi Misi GKIm Ka Im Tong Bandung yang membuka Pos PI di Taman Kopo Indah Bandung.

Pada tanggal 2 Juni 1991 Sekolah Minggu dimulai dengan lebih dari 30 anak. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 7 Agustus 1994 dimulai Kebaktian Umum yang dihadiri lebih dari 40 orang, dipimpin oleh Ev. Jo Lukas. Setelah adanya kebaktian ini, maka dibentuklah Tim Kerja yang bertujuan untuk membantu pengembangan pelayanan selanjutnya. Tim Kerja ini terdiri dari: Ev. Jo Lukas, Ev. Mariati Lianingsih, Sdr. Antonius Ivan Tanardi, Sdr. Lie Kha Seng, Ibu Hie Ing Mey, Ibu Thang Fuk Niang, Sdri. Kiki Lingga dan Sdri. Linawati. Seiring dengan berkembangnya pelayanan, maka dibentuklah kepengurusan pertama yang diteguhkan oleh Pdt. Samuel Soewandi pada tanggal 15 Juni 1997.

Dengan terus berkembangnya pelayanan, maka dibutuhkan tempat yang permanen karena rumah yang selama ini digunakan masih berstatus rumah kontrakan dan sudah tidak memadai. Puji Tuhan! Sebagai hadiah Natal 1996, Tuhan memberikan sebuah rumah di TKI Blok C No. 22. Di awal tahun 1997, Tuhan memberikan sebuah rumah lagi di TKI Blok C No. 21. Dan diawal tahun 2002 Tuhan memberi lagi sebuah rumah di TKI Blok C No. 24. Setelah selesai renovasi tahap pertama (dimulai 1 April 1997), maka pada tanggal 3 Agustus 1997 Kebaktian Umum dipindahkan ke TKI Blok C No. 22.

Dengan adanya tempat yang baru ini, Tuhan menambahkan jiwa-jiwa baru sehingga diperlukan tempat yang lebih besar. Oleh sebab itu, pada tanggal 13 Februari 1998 dimulai renovasi tahap kedua sehingga Jemaat dapat merasakan dan menikmati tempat ibadah yang lebih memadai. Pada akhir Maret 2004, Gereja direnovasi sekali lagi.

Tanggal 12 April 1998 Pos PI Taman Kopo Indah ditingkatkan statusnya menjadi Bakal Jemaat. Sukacita Bakal Jemaat yang baru ini bertambah ketika pada tanggal 13 April 1998, Ev. Jo Lukas ditahbiskan sebagai Pendeta.

Dengan perubahan status ini, tentu lebih banyak tantangan yang akan dihadapi. Tetapi, dengan satu keyakinan bahwa Tuhan adalah Gembalaku yang akan menuntun gereja-Nya, sehingga Jemaat yakin ketika berjalan dalam lembah kekelaman, gada dan tongkat-Nya selalu menghibur (Mazmur 23:4). Hal itulah yang dialami oleh GKIm Bajem TKI, yakni ketika tanggal 14 Maret 1999 semua kegiatan Gereja dihentikan sementara sebagai dampak kerusuhan di Taman Rahayu pada tanggal 7 Maret 1999. Dalam kekelaman, Ia selalu menghibur dan menguatkan anak-anak-Nya. Akhirnya, setelah mengembara 10 bulan, Tuhan menuntun kembali ke TKI  pada momen Natal yakni tanggal 25 Desember 1999.

Puji Tuhan, di usia yang ke-15 pada tanggal 7 Agustus 2006, GKIm Bajem TKI didewasakan menjadi Jemaat yang otonom dan dibentuklah kemajelisan pertama yang diteguhkan oleh Pdt. Jo Lukas pada tanggal 7 Agustus 2006. Gereja ini diberi nama GKIm Kanaan, berdasarkan beberapa peristiwa yang dialami, sebagaimana yang pernah dialami oleh Bangsa Israel. Selain itu, dalam bahasa Mandarin “Kanaan” (Cia Nan) dapat berarti indah di daerah Selatan. Hal ini tepat karena Jemaat berada di Bandung Selatan. Sungguh tepatlah apa yang dikatakan oleh pemazmur :

“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya” (Mazmur 126:5-6).

About the author: SinodeGKIm